ADRIANTO P.


ADHI


President Director of Summarecon.


Kisah Summarecon membangun lahan yang tidak produktif di Kelapa Gading menjadi kota terpadu penuh warna, tidak berhenti sampai di sana. Hingga kini, kisah ini terus berlanjut di berbagai wilayah pengembangan kami, antara lain Serpong, Bekasi, Bandung dan Karawang. Perjalanan lebih dari 42 tahun tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik semata. Namun ada yang lebih mendasar, “membangun kehidupan” dimana kehidupan akan lebih bermakna, berkualitas penuh ceria, aktivitas bisnis yang terus berkembang, interaksi komunitas yang semakin bergairah. Kami dedikasikan hasil kerja keras ini untuk pembangunan bangsa.

Melalui Pradita University, kami bersama partner korporasi lain menyadari bahwa membangun bangsa tentu membangun manusia. Sebagai pengembang kawasan kota terpadu, di mana semua bisnis kami berpijak, membuat kami ingin mendarmabaktikan pengetahuan dan pengalaman panjang kami, untuk mendidik generasi penerus bangsa. Kami bercita-cita, bahwa insan Pradita nantinya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tepat guna, budaya disiplin serta memiliki budi pekerti yang baik. Sehingga pada akhirnya mampu menjadi angkatan kerja atau wirausaha yang bernilai tinggi dan memberikan kontribusi sosial bukan hanya bagi korporasi pengusung namun juga bagi industri pada umumnya dan Bangsa Indonesia pada lingkup yang lebih luas.

MARC


STEINMEYER


Founder of Tauzia Hotel Management.


While other business has lost its sense of service the soul of tourism and hospitality industry is the willingness and passion to serve others. Seeing the tourism industry’s contribution of 787 trillion Rupiah to Indonesia’s GDP and supporting 10% of total employment in Indonesia in 2017, Tauzia believes in the huge potential of the rapidly growing tourism business. The main factor for building a strong country is a strong belief in education because the key to success is in the hands of the nation’s successor. Tauzia, along with Summarecon, wish to build the nation’s potential through education by creating a curriculum that is relevant to what they need in the industry. Through Pradita University, Tauzia hopes that the younger generation will gain experience and knowledge that is useful for them in the future to work in all fields.

THRESIA


MARETA


Founder of Lakon Indonesia.


Kami menyadari bahwa inovasi dan keunggulan sumber daya manusia merupakan kunci agar perusahaan mampu terus bersaing. Kami mendedikasikan pengalaman dalam pengelolaan bisnis untuk turut membangun potensi anak bangsa. Proses bisnis yang kompleks, menuntut disiplin ilmu yang beragam, serta tuntutan terhadap detail yang tinggi akan memberikan pengalaman pembelajaran yang kaya bagi mahasiswa Pradita University. Melalui perguruan tinggi ini, kami berharap mampu melahirkan profesional maupun wirausaha berkualitas yang mampu memberikan nilai tambah bagi industri retail Indonesia.

TONO


RAHARJA


Chief Executive Officer of Menaravisi Commerce.


Kami meyakini bahwa bisnis tidak hanya soal peluang dan keutungan, namun tentu bicara banyak mengenai legacy jangka panjang.  With a humble start, Menara Visi lahir pada era dimana industri teknologi dan digital bukanlah industri yang dilirik banyak orang di Indonesia seperti sekarang ini. Bersama stakeholder lain, kami tumbuh, mewariskan dan ikut membentuk iklim usaha serta mendorong potensi industri ini hingga kini industri ICT & ekonomi kreatif telah menyumbang 646 Triliun Rupiah bagi PDB Indonesia. Tentu saja kami sangat bersyukur atas pencapaian ini sehingga munculnya gairah bisnis teknologi di seantero negeri. Kini Menara Visi ingin mempersiapkan legacy berikutnya. Bersama Summarecon, kami ingin mempersiapkan dan mewarisi sumber daya manusia bernilai tinggi, berkarakter baik dan mampu menciptakan sustainable growth tidak terbatas pada grup korporasi kami semata namun juga bagi industri ini di masa yang akan mendatang.

COLLABORATORS