Dunia kerja membawa Nazhifah Azra, alumni Desain Interior Pradita University angkatan 2021, dari meja kerja di Jakarta Barat hingga proyek hotel dan vila di Tabanan, Bali. Lulusan 2025 ini kini berkarier sebagai drafter di Alpha Prime Creation, dengan pengalaman kuliah berbasis praktik yang membantunya memahami bahwa sebuah gambar tidak berhenti di layar AutoCAD—tetapi harus mampu diterjemahkan menjadi pekerjaan nyata di lapangan.
Ketertarikannya pada Pradita bermula dari kesempatan yang sederhana namun penting: beasiswa. Saat memilih kampus, banyaknya pilihan beasiswa yang ditawarkan Pradita menjadi salah satu alasan Nazhifah menjatuhkan pilihan.
“Awalnya karena Pradita waktu itu menawarkan banyak banget pilihan beasiswa, jadi menurut aku itu kesempatan yang sayang banget untuk dilewatkan,” cerita Nazhifah.
Ketika Desain Kursi Berakhir di Panggung IFEX dan IFFINA
Salah satu pengalaman yang paling membekas selama kuliah adalah ketika Nazhifah mempelajari desain furniture. Tidak berhenti pada proses merancang, mahasiswa juga berkesempatan berkolaborasi langsung dengan pabrik untuk merealisasikan desain kursi yang mereka buat.
Menariknya, karya tersebut kemudian dipamerkan dalam event besar seperti IFEX dan IFFINA, bahkan memiliki peluang untuk diperjualbelikan. Pengalaman ini menjadi gambaran nyata bagaimana sebuah ide desain melewati proses dari konsep hingga menjadi produk yang dapat dilihat dan digunakan.
Pengalaman semacam ini menjadi bagian dari pendekatan Real Case Real Experience yang diterapkan Pradita University. Mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan teori desain, tetapi juga memahami bagaimana sebuah karya dapat dikembangkan melalui proses kolaborasi dan kebutuhan industri.
Dari Mata Kuliah ke Dunia Profesional
Bagi Nazhifah, pengalaman yang paling relevan dengan pekerjaannya saat ini justru datang dari berbagai mata kuliah yang dipelajari selama kuliah, termasuk konstruksi bangunan.
Kini sebagai drafter, ia banyak menemukan keterkaitan antara materi perkuliahan dengan pekerjaan sehari-hari. Terlebih ketika harus mengerjakan proyek yang melibatkan banyak pihak, mulai dari tim internal, supervisor, hingga mandor di lapangan.
“Banyak banget materi yang ternyata relate langsung sama pekerjaan aku. Dari situ aku jadi lebih terbiasa untuk berkomunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.
Bekal tersebut menjadi semakin terasa ketika Nazhifah mulai memasuki dunia kerja. Ia mengawali karier melalui program magang di sebuah kantor kontraktor sebagai drafter. Performa dan cara kerjanya selama masa magang kemudian membuka kesempatan untuk melanjutkan karier sebagai karyawan tetap.
Kini, perjalanan profesionalnya membawanya pada pengalaman baru di Bali. Sejak Juli, Nazhifah ditempatkan sementara di Tabanan, Bali, untuk mengerjakan proyek hotel dan vila.
Belajar dari Lapangan, Bukan Sekadar dari Gambar
Perpindahan dari pekerjaan yang lebih banyak dilakukan di kantor menuju proyek langsung di lapangan menghadirkan tantangan baru. Ritme pekerjaan menjadi lebih cepat dan Nazhifah harus memperluas pemahamannya, termasuk terkait pekerjaan struktur yang sebelumnya belum terlalu ia kuasai.
Sebagai drafter, ia juga perlu turun langsung untuk memastikan ukuran dan kondisi aktual di lapangan sesuai dengan gambar. Ketelitian menjadi penting karena kesalahan dalam membaca kondisi dapat berdampak pada perhitungan volume material yang dipesan.
Namun, pengalaman tersebut justru menjadi ruang belajar baru. Rekan-rekan kerjanya turut membantu dengan memberikan penjelasan secara langsung, bahkan mengajak Nazhifah melihat proses di lapangan dan menggambarkan detail pemasangan secara sederhana di atas kertas.
Dari sana, ia semakin memahami bagaimana kondisi nyata di lapangan harus diterjemahkan kembali ke dalam gambar AutoCAD.
Pengalaman yang Menjadi Bekal Karier
Perjalanan Nazhifah memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat menjadi bekal yang relevan ketika mahasiswa memasuki dunia profesional. Apa yang dipelajari di kelas, pengalaman mengerjakan proyek, hingga kesempatan berkolaborasi dengan pihak industri menjadi fondasi untuk menghadapi situasi kerja yang dinamis.
“Pradita ini kan based on experience banget yaa. Jadi kita nggak cuma belajar teori, tapi juga sering diajak untuk pahamin gimana penerapannya secara langsung,” ujarnya.
Kini, dari proyek hotel dan vila di Bali, Nazhifah terus memperluas kemampuannya sebagai drafter sekaligus memahami lebih jauh hubungan antara desain, gambar kerja, konstruksi, dan kondisi aktual di lapangan.
Perjalanannya menjadi salah satu cerita tentang bagaimana Real Case Real Experience di Pradita University tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan studi. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk membaca situasi nyata, berkomunikasi dengan berbagai pihak, beradaptasi terhadap tantangan, dan terus berkembang ketika memasuki dunia industri.