Kenapa Pradita University Jadi Pilihan Tepat untuk Program S2 Profesional

by pradita | Jan 19,2026 | publication

Bukan hanya lulus dengan nilai di ijazah, melainkan pulang dengan kemampuan analisis, pengalaman nyata, dan perspektif yang langsung terpakai di dunia profesional.


Pengalaman inilah yang dirasakan Akhmad Fathurrazi Akbar, alumni Program Magister Teknologi Informasi Pradita University, yang kini berkarier sebagai Consultant Project Management dengan spesialisasi Digital Enterprise Asset Management. Selama masa studinya, kelas bukan hanya tempat mendengar teori, tetapi ruang diskusi untuk membedah kasus nyata yang ia temui langsung di dunia kerja.


Bagi Akhmad, memilih kampus bukan soal gengsi atau nama besar semata, melainkan soal impact—seberapa besar ilmu yang dipelajari benar-benar relevan dan memberi nilai tambah dalam profesi. Dan di titik inilah Pradita University membuktikan keunggulannya melalui pendekatan Real Case, Real Experience: pembelajaran yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terhubung langsung dengan kebutuhan industri.


Akhmad memutuskan mengambil Program Magister Teknologi Informasi dengan peminatan Digital Enterprise Asset Management karena relevansinya yang sangat kuat dengan bidang pekerjaannya di dunia konsultansi. Sejak awal perkuliahan, materi yang ia pelajari tidak terasa abstrak atau terlalu teoritis, melainkan langsung bersinggungan dengan tantangan yang ia hadapi sehari-hari di dunia profesional.


“Apa yang dipelajari relate banget dengan dunia pekerjaan saya. Jadi bukan sekadar belajar, tapi benar-benar memperdalam expertise yang sudah saya jalani,” ungkap Akhmad.


Pendekatan pembelajaran di Pradita University membuat setiap kelas terasa lebih bermakna. Diskusi, tugas, hingga studi kasus selalu dikaitkan dengan real case yang memang terjadi di industri, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terlatih menganalisis dan mengambil keputusan layaknya profesional di dunia kerja.


Salah satu keunggulan Pradita University yang paling dirasakan Akhmad adalah penerapan sistem trimester. Dalam satu tahun, mahasiswa menjalani tiga semester sekaligus sehingga masa studi dapat diselesaikan lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran. Skema fast track ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi para profesional yang ingin melanjutkan studi S2 namun tetap ingin fokus pada karier. Prosesnya efisien, terstruktur, dan tetap menantang, membuat waktu belajar terasa optimal dan tepat sasaran.


Pengalaman studi S2 yang dijalani Akhmad juga terasa sangat berbeda dibandingkan jenjang S1. Di Pradita University, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami materi, tetapi juga melakukan analisis mendalam, mengkaji jurnal serta riset terkini, dan mengaitkan teori dengan pengalaman kerja nyata. Proses pembelajaran ini memang menantang, namun justru di situlah nilai tambahnya. “Di sini kita benar-benar dilatih berpikir kritis, bukan cuma menerima materi,” jelas Akhmad. Pendekatan ini membentuk pola pikir yang lebih matang dan siap menghadapi kompleksitas dunia profesional.


Tidak hanya fokus pada akademik, Pradita University juga menanamkan nilai-nilai yang relevan dengan dunia kerja. Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang profesi dan industri membuat Akhmad belajar membangun pola pikir kolaboratif, kemampuan komunikasi lintas profesi, serta jejaring profesional yang kuat. Inilah yang dikenal sebagai Pradita Values—nilai-nilai yang mungkin tidak tertulis di ijazah, tetapi sangat terasa manfaatnya ketika terjun langsung ke dunia kerja.


Keunggulan lain yang dirasakan Akhmad adalah kehadiran dosen dari dua dunia sekaligus, yaitu akademisi dan praktisi. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga insight langsung dari pengalaman lapangan para pengajar. Hal ini membuat suasana kelas terasa hidup, karena diskusi dipenuhi dengan studi kasus nyata yang relevan dengan kondisi dan dinamika industri saat ini.


Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 secara efektif dan aplikatif, Akhmad tidak ragu merekomendasikan Pradita University. Menurutnya, Pradita sangat cocok bagi mereka yang mencari program studi yang cepat, menantang, dan benar-benar relevan dengan dunia kerja. Ketika diminta menggambarkan pengalamannya selama kuliah di Pradita dalam satu kalimat, Akhmad menyampaikannya dengan singkat namun bermakna, “Pradita itu luar biasa dan challenging untuk dijalankan.”


Kisah Akhmad menunjukkan bahwa Pradita University bukan hanya mencetak lulusan dengan capaian akademik semata, tetapi juga membentuk profesional yang siap menghadapi tantangan industri. Melalui pendekatan Real Case, Real Experience, sistem fast track yang efisien, serta Pradita Values yang kuat, Pradita University hadir sebagai pilihan kampus yang tidak hanya meluluskan, tetapi juga mempersiapkan mahasiswanya untuk benar-benar siap berkarier.