Pradita University kembali menegaskan perannya sebagai kampus berkelas internasional dengan menjadi tuan rumah The 18th Asia Pacific Next Generation (APNG18) Camp/Conference, forum strategis yang mempertemukan emerging leaders, technologists, researchers, dan policymakers dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.
Mengusung tema Society 5.0 – A Human-Centered, Digitally Empowered Future, APNG18 menjadi ruang kolaborasi global untuk membahas bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), blockchain, Internet of Things (IoT), keamanan siber, dan berbagai teknologi mutakhir lainnya dapat dimanfaatkan secara etis, inklusif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai tuan rumah, Pradita University tidak hanya menyediakan fasilitas penyelenggaraan, tetapi juga berperan aktif dalam memperkaya diskursus akademik dan praktik transformasi digital di kawasan Asia Pasifik. Kehadiran peserta dari Afghanistan, Bhutan, China, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Taiwan, dan Thailand menunjukkan besarnya peran forum ini dalam membangun jejaring kolaborasi lintas negara.
Assoc. Prof. Dr. Ir. Jarot S. Suroso, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., selaku Camp Local Co-Chair APNG18 dari Pradita University, menegaskan bahwa penyelenggaraan APNG18 di Indonesia merupakan momentum penting bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam transformasi digital kawasan.
“APNG18 bukan sekadar konferensi teknologi, tetapi ruang kolaborasi untuk membentuk pemimpin digital masa depan Asia Pasifik. Society 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat inovasi, dan Pradita University bangga menjadi bagian dari gerakan global ini dengan menghadirkan platform diskusi, riset, dan kolaborasi yang berdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan akademisi dan mahasiswa dalam forum internasional seperti APNG memperkuat ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global. “Melalui APNG18, kami mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat langsung dalam isu-isu strategis seperti AI untuk kepentingan sosial, blockchain, keamanan siber, serta tata kelola internet. Ini adalah bentuk nyata kontribusi akademik Pradita dalam membangun masyarakat digital yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Salah satu sesi utama dalam konferensi ini adalah Keynote Session-1 bertajuk “Shaping the Future: Youth Leadership in Digital Society Transformation” yang disampaikan oleh Richardus Eko Indrajit, Professor Pradita University, Indonesia. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kepemimpinan generasi muda dalam mengarahkan transformasi digital agar tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan, etika, dan keberlanjutan.
Menurutnya, transformasi digital bukan hanya tentang penguasaan teknologi, tetapi tentang bagaimana generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang visioner dan bertanggung jawab. Kepemimpinan digital yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas menjadi fondasi utama dalam membangun Society 5.0 yang inklusif.
Kontribusi signifikan juga datang dari Program Magister (S2) Pradita University. Para dosen S2 terlibat aktif sebagai pembicara, moderator, dan fasilitator dalam berbagai sesi yang membahas AI for Social Good, Smart Societies, Blockchain and Governance, Digital Inclusion, hingga Future Skills. Keterlibatan ini mempertegas posisi Pradita sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tata kelola digital global.
Tidak hanya jenjang magister, mahasiswa S1 Pradita University, khususnya dari Program Studi Information Technology (IT) dan Sistem Informasi (SI), turut ambil bagian sebagai peserta dan volunteer. Keterlibatan mereka memberikan pengalaman internasional yang memperluas perspektif global, memperkuat jejaring lintas budaya, serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan industri digital masa depan.
APNG Camp dikenal sebagai wadah pembinaan pemimpin internet masa depan Asia Pasifik, khususnya bagi fellows berusia di bawah 35 tahun yang sedang menempuh atau telah menyelesaikan pendidikan di bidang ICT maupun bekerja di industri teknologi. Melalui keynote session, workshop tematik, proyek kolaboratif, serta pertukaran budaya, para peserta didorong untuk merancang solusi nyata terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, kesehatan publik, kesenjangan digital, dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan menjadi tuan rumah APNG18, Pradita University memperkuat branding-nya sebagai kampus kolaboratif bertaraf internasional yang aktif dalam pengembangan kecerdasan buatan, blockchain, keamanan siber, tata kelola internet, serta kepemimpinan digital generasi muda. Forum ini menjadi bukti bahwa Pradita tidak hanya mengikuti arus transformasi digital global, tetapi turut berkontribusi dalam membentuk masa depan masyarakat digital yang lebih human-centered, inklusif, dan berdaya.