Bukan Soal Menang atau Kalah, Mahasiswi Culinary Arts Pradita Belajar Tumbuh Lewat Kompetisi

by pradita | May 29,2026 | publication

Bagi sebagian mahasiswa, mengikuti kompetisi mungkin terasa menegangkan. Namun bagi Adinda Nabila, mahasiswi Program Studi Culinary Arts Universitas Pradita, keberanian untuk mencoba justru menjadi awal dari pengalaman belajar yang berharga.


Bersama Diana Theresia Lumangkun, Adinda mengikuti More Food Competition kategori Sweet Bread yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran pada 10 Mei 2026. Kompetisi ini mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang bakery dan pastry.


Di balik hasil yang diraih, Adinda mengaku proses persiapan menjadi pengalaman yang paling membekas. Latihan, evaluasi, pembagian tugas, hingga menghadapi tekanan saat kompetisi membuatnya belajar banyak hal yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.


“Saat kompetisi selesai, rasanya campur aduk. Ada rasa senang, lega, bahkan sedih karena semua proses yang sudah dijalani akhirnya berakhir. Tapi yang paling terasa adalah semua kerja keras kami ternyata terbayar,” ungkap Adinda dan Diana.


Menurut Adinda, keberanian mencoba dan kemampuan bekerja sama menjadi faktor terbesar yang membawanya sampai pada pencapaian tersebut. Diana menjelaskan, dalam kompetisi berbasis praktik, setiap anggota tim harus mampu berkomunikasi, saling mendukung, dan menyelesaikan tantangan bersama dalam waktu yang terbatas.


Pengalaman tersebut semakin meyakinkan Adinda dan Diana bahwa mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman dan mengambil peluang yang ada.


“Kadang kita terlalu fokus pada takut gagal. Padahal banyak pembelajaran yang justru datang saat kita berani mencoba sesuatu yang baru,” kata mereka.


Bagi Adinda dan Diana, kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang proses berkembang dan pengalaman di luar kelas membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri, kemampuan bekerja dalam tim, serta kesiapan menghadapi tantangan di dunia profesional.


Pesan yang ingin di bagikan kepada mahasiswa lain pun sederhana.

“Kalau ada kesempatan lomba, coba saja dulu. Menang atau kalah itu bagian dari proses. Yang penting berani mengambil kesempatan dan terus berkembang.”


Di balik perjalanan tersebut, dukungan keluarga dan dosen menjadi sumber motivasi terbesar yang membuatnya tetap bersemangat selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.


Pengalaman Adinda dan Diana menjadi gambaran bagaimana mahasiswa Universitas Pradita didorong untuk belajar melalui pengalaman nyata, berani mengambil tantangan baru, serta mengembangkan kemampuan kolaborasi yang menjadi bekal penting dalam dunia industri kuliner yang dinamis.