Komitmen Pradita University dalam menghadirkan pendidikan berbasis industri (industry-based university) kembali tercermin melalui prestasi mahasiswanya. Virly Agustin, mahasiswa Program Studi Business Information System (BIS), berhasil lolos dalam dua program pengembangan talenta nasional bergengsi sekaligus, yaitu Google Student Ambassador (GSA) 2026 dan Novo Club Batch 4 2026 by ParagonCorp.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Pradita tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional melalui pengalaman nyata yang membentuk kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, hingga kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri digital.
Virly terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026 setelah melewati proses seleksi nasional yang sangat kompetitif. Dari lebih dari 81.000 pendaftar di seluruh Indonesia, hanya sekitar 2.000 mahasiswa yang berhasil lolos dan dipercaya menjadi representasi Google dalam membangun ekosistem digital di lingkungan kampus.
Tak berhenti di sana, ia juga berhasil menjadi Member Novo Club Batch 4 2026 by ParagonCorp, sebuah program pengembangan kepemimpinan mahasiswa yang mempertemukan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk belajar langsung bersama para profesional industri.
Bagi Virly, kedua program tersebut menjadi ruang belajar yang melengkapi pengalaman selama berkuliah di Pradita University.
"Menjadi Google Student Ambassador mengajarkan saya untuk lebih konsisten, adaptif, dan bertanggung jawab dalam membangun komunikasi digital. Saya belajar membuat konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan, memiliki tujuan yang jelas, dan memberikan nilai bagi audiens," ujarnya.
Melalui program Google Student Ambassador, Virly aktif mengembangkan kemampuan sebagai content creator, mulai dari riset tren digital, menyusun strategi konten, memanfaatkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), hingga mengevaluasi performa konten yang dipublikasikan. Ia juga mengasah kemampuan prompting, manajemen waktu, komunikasi, serta kolaborasi bersama mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.
Sementara melalui Novo Club by ParagonCorp, ia memperoleh pengalaman belajar langsung dari para mentor profesional mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, cara berpikir strategis, hingga pentingnya membangun dampak positif bagi masyarakat.
"Saya menyadari bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kelas. Justru melalui program seperti ini saya bisa bertemu mahasiswa dari berbagai daerah, berdiskusi, bertukar perspektif, dan memahami bagaimana menjadi pribadi yang lebih adaptif serta siap menghadapi dunia profesional," katanya.
Menurut Virly, pengalaman tersebut sejalan dengan budaya belajar yang selama ini ia rasakan di Pradita University.
"Nilai yang paling saya rasakan selama berkuliah di Pradita adalah semangat untuk terus belajar, keberanian mencoba hal baru, integritas, dan kolaborasi. Nilai-nilai itu menjadi bekal ketika saya mengikuti proses seleksi maupun menjalani kedua program ini."
Ia juga menilai pembelajaran di Pradita mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada teori, tetapi aktif mencari pengalaman nyata yang mampu memperkuat kompetensi dan karakter.
Sebagai kampus dengan pendekatan Real Case, Real Experience, Pradita University memang mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai program industri, kompetisi, sertifikasi, organisasi, hingga jejaring profesional sejak masih duduk di bangku kuliah. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa mengembangkan keterampilan teknis sekaligus soft skills yang dibutuhkan dunia kerja.
Bagi Virly, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang diterima dalam dua program bergengsi, melainkan tentang proses bertumbuh yang terus dijalani.
"Jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap. Justru proseslah yang akan membentuk kesiapan itu. Berani mengambil peluang, terus belajar, dan menjaga keseimbangan antara akademik dengan pengembangan diri akan membuka lebih banyak kesempatan di masa depan."
Prestasi Virly semakin mempertegas komitmen Pradita University dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman industri, kepemimpinan, kemampuan kolaborasi, serta perspektif global. Melalui ekosistem pembelajaran yang menghubungkan dunia kampus dengan dunia profesional, mahasiswa Pradita dipersiapkan menjadi talenta masa depan yang adaptif, inovatif, dan siap memberikan kontribusi nyata di era transformasi digital.