Tangerang — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Pradita di kancah internasional. Greycia Febrina Michelle, mahasiswi Program Studi Business Information System, berhasil meraih penghargaan dalam SDG Design Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh NextGen Nav dan Zenvic International pada 15 Februari 2026.
Dalam kompetisi ini, Greycia tergabung dalam tim lintas negara bersama peserta dari Ghana, Nigeria, Spanyol, Amerika Serikat, dan Indonesia. Mereka mengangkat isu SDGs nomor 3: Good Health and Well-being dengan mengembangkan solusi berbasis AI bernama RehabMate, sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu proses pemulihan pasien stroke.
Greycia mengaku, tantangan terbesar bukan hanya pada teknis pengembangan solusi, tetapi pada proses menyatukan ide dari anggota tim dengan latar belakang budaya dan perspektif yang berbeda dalam waktu yang terbatas.
“Awalnya saya sempat pesimis. Tapi saat proses berjalan, saya belajar banyak tentang kolaborasi, menjaga komitmen, dan berani menyampaikan ide. Itu yang akhirnya membawa tim kami sampai di titik ini,” ujarnya.
Dalam tim, Greycia berperan besar pada aspek UI/UX Design dan pengembangan front-end bersama rekannya dengan pendekatan design thinking yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Ia melakukan user research secara mendalam melalui berbagai metode seperti empathy mapping, user journey mapping, dan analisis kebutuhan pengguna untuk memahami tantangan yang dihadapi pasien stroke. Hasil riset tersebut kemudian diterapkan ke dalam desain antarmuka yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga intuitif, relevan, dan mudah digunakan. Selain merancang pengalaman pengguna, Greycia juga turut mengimplementasikan desain tersebut pada sisi front-end agar solusi yang dikembangkan dapat berjalan secara optimal dan konsisten dengan kebutuhan pengguna.
Pengalaman mengikuti hackathon ini menjadi pembelajaran nyata di luar perkuliahan. Menurut Greycia, kegiatan berbasis praktik seperti kompetisi sangat penting bagi mahasiswa untuk membangun portofolio, melatih problem solving, komunikasi, serta kerja tim dalam situasi nyata.
Nilai yang paling ia rasakan selama proses ini adalah integritas, kolaborasi, dan keberanian mencoba — nilai yang menurutnya sangat lekat dengan budaya belajar di Universitas Pradita.
“Beberapa kali saya pernah gagal di lomba sebelumnya. Tapi dari situ justru belajar. Pesan saya, jangan takut mencoba dan tetap konsisten dengan proses, karena dari situlah kita bisa berkembang,” tambahnya.
Dukungan keluarga, teman, serta tim internasionalnya menjadi faktor penting yang menjaga semangat Greycia selama proses kompetisi hingga berhasil mengembangkan solusi AI yang berdampak.
Prestasi ini menunjukkan bagaimana mahasiswa Universitas Pradita tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya untuk menjawab permasalahan nyata di tingkat global.