Mahasiswa Program Studi Culinary Arts Universitas Pradita kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang The 13th Salon Culinaire Bali Competition 2026 yang berlangsung di Bali pada 29 April 2026.
Dalam kompetisi yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, dan praktisi kuliner dari berbagai daerah tersebut, dua mahasiswa Culinary Arts Universitas Pradita berhasil membawa pulang Bronze Medal pada kategori yang berbeda.
Naomi Lawrensia Gunawan meraih Bronze Medal pada kategori Western Fish Main Course, sementara Chris Evan Ardianata berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Young Chef Pasta Western.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran kuliner tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman praktik yang menantang mahasiswa untuk menerapkan kemampuan teknis, kreativitas, dan ketelitian sesuai standar industri.
Bagi Naomi, pencapaian tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang penuh tantangan. Mulai dari mempersiapkan konsep hidangan, melatih teknik memasak, hingga menghadapi tekanan saat kompetisi berlangsung.
“Saya bangga dengan diri sendiri karena berhasil mendapatkan bronze medal. Memang hasilnya belum sesuai target yang saya inginkan, tetapi saya bersyukur karena berhasil melewati semua tantangan selama proses kompetisi,” ungkap Naomi.
Menurutnya, keberanian untuk mencoba menjadi faktor penting yang membawanya berani mengambil kesempatan mengikuti kompetisi. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa proses belajar sering kali dimulai dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
Selain mengasah kemampuan teknis di bidang kuliner, kompetisi juga memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana menghadapi tantangan, mengelola tekanan, dan terus berkembang melalui evaluasi.
Naomi meyakini bahwa mahasiswa perlu aktif mencari pengalaman di luar perkuliahan karena setiap kesempatan dapat menjadi ruang belajar yang berharga.
“Kita tidak akan pernah tahu kemampuan kita kalau tidak pernah mencoba. Karena itu penting untuk berani mengambil kesempatan yang ada,” ujarnya.
Pesan yang ingin dibagikannya kepada mahasiswa lain pun sederhana namun bermakna.
“Terus bekerja keras dan jangan menyerah. Kerja keras yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tidak akan mengkhianati hasil.”
Pencapaian Naomi dan Chris mencerminkan semangat mahasiswa Universitas Pradita untuk terus berkembang melalui pengalaman nyata. Sejalan dengan konsep Real Case Real Experience, mahasiswa didorong untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di kelas ke dalam situasi yang menuntut standar profesional, kreativitas, dan kemampuan problem solving yang sesungguhnya.
Melalui berbagai kompetisi dan pengalaman praktik, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi chef yang kompeten secara teknis, tetapi juga membangun karakter, kepercayaan diri, serta kesiapan menghadapi dunia industri kuliner yang terus berkembang.