Di tengah meningkatnya kebutuhan industri hospitality dan food & beverage terhadap talenta yang siap kerja, dunia pendidikan dituntut untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan dengan standar industri. Perkembangan industri hospitality yang semakin kompetitif membuat perusahaan kini lebih mencari lulusan yang memiliki kemampuan teknis, kesiapan kerja, komunikasi profesional, serta pengalaman menangani operasional secara langsung sejak masa perkuliahan.
Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Culinary Arts Pradita University mendapatkan pengalaman nyata melalui penyelenggaraan gala dinner berstandar industri hospitality profesional melalui rangkaian acara Parents Dinner 2026 yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 di lingkungan kampus Pradita University. Kegiatan ini menjadi implementasi langsung konsep Real Case Real Experience yang terintegrasi dalam sistem pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang bukan hanya simulasi kelas, kegiatan ini dirancang menyerupai operasional industri sesungguhnya, di mana mahasiswa terlibat langsung mulai dari perencanaan menu, food preparation, plating, service, hingga pengelolaan keseluruhan acara.
Sebanyak lebih dari 300 hadirin yang terdiri dari orang tua mahasiswa, mitra industri, civitas akademika, dan unit internal kampus hadir dalam acara tersebut. Tidak hanya menjadi bentuk apresiasi kepada orang tua, Parents Dinner 2026 juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter profesional yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Ketua Program Studi Seni Kuliner Universitas Pradita, Kezia Elsty menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa benar-benar memahami bagaimana standar industri hospitality bekerja secara langsung.
“Melalui Parents Dinner, mahasiswa tidak hanya belajar memasak atau menjalankan service, tetapi juga belajar tanggung jawab, komunikasi, kerja sama tim, dan bagaimana menghadapi real pressure dalam sebuah acara profesional. Ini adalah bentuk nyata dari konsep Real Case Real Experience yang kami terapkan di Pradita,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman seperti ini penting karena industri culinary dan hospitality tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga karakter, tata krama, integritas, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.
Nilai-nilai tersebut juga diperkuat melalui talk show bertajuk “Kitchen Culture Reset: Manner, Mindset and The New Generation” yang menjadi bagian dari rangkaian acara Parents Dinner 2026 pada 20 Mei 2026 di Auditorium Universitas Pradita.
Talk show ini menghadirkan Executive Pastry Chef - Chef Kevin Lee (The St. Regis Jakarta) dan Executive Chef Chef Ivan Leonard Mangundap (Hotel Tentrem Jakarta) yang berbagi pengalaman mengenai budaya kerja dapur profesional, perubahan pola pikir generasi baru di industri hospitality, hingga pentingnya etika dan profesionalitas dalam membangun karier jangka panjang.
Sebanyak lebih dari 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa Seni Kuliner, mahasiswa pariwisata, serta orang tua mahasiswa mengikuti sesi diskusi tersebut. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan insight industri secara teori, tetapi juga kesempatan berdiskusi langsung dengan chef profesional dari hotel bintang lima di Jakarta.
Kezia menambahkan bahwa pengalaman belajar berbasis praktik seperti ini menjadi bagian penting dari pembentukan mahasiswa di Universitas Pradita.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap kerja secara skill, tetapi juga siap secara attitude dan mindset. Karena di industri kuliner dan hospitality, kemampuan teknis saja tidak cukup. Budi pekerti luhur, Tata krama, integritas, dan cara membawa diri menjadi hal yang sangat menentukan keberlanjutan karier seseorang,” tambahnya.
Sebagai institusi yang mengedepankan pembelajaran berbasis industri, Pradita University terus menghadirkan program pembelajaran aplikatif yang mendekatkan mahasiswa dengan realitas dunia profesional. Melalui kegiatan seperti gala dinner ini, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi chef atau hospitality professional, tetapi juga memahami standar kerja dan ekspektasi industri global secara langsung serta sekaligus membangun karakter mahasiswa melalui penerapan nilai-nilai profesionalisme, kolaborasi, dan penghormatan terhadap orang tua sebagai bagian dari budaya belajar di kampus.