Berani mencoba sering kali menjadi langkah awal dari pengalaman besar. Hal itu dirasakan langsung oleh Lim Gabriel Milano, mahasiswa Program Studi Civil Engineering Universitas Pradita, saat mengikuti Hackathon Arch.id bersama tim kolaborasi lintas kampus dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Alhasil meraih Juara 3 THE CHALLENGE POST-DISASTER COMMUNITY PAVILLION Synthesis of Collaboration.
Bagi Gabriel, mengikuti hackathon bukan sekadar soal kompetisi, tetapi tentang bagaimana ia belajar menghadapi tantangan baru, bekerja dalam tekanan waktu, dan berkolaborasi dengan orang-orang yang sebelumnya belum pernah bekerja sama dengannya.
Meski mengaku awalnya hanya ingin mencoba pengalaman baru, proses selama hackathon justru memberinya sudut pandang berbeda tentang pentingnya keberanian mengambil peluang.
“Awalnya saya ikut tanpa ekspektasi besar. Tapi setelah dijalani, ada rasa bangga karena akhirnya bisa keluar dari zona nyaman dan membuktikan kalau saya juga bisa berkembang lewat pengalaman baru,” ujarnya.
Dalam proses kompetisi, komunikasi menjadi kemampuan yang paling ia rasakan berkembang. Menyatukan ide dalam tim dengan latar belakang berbeda membuat Gabriel belajar bagaimana mendengarkan, menyampaikan gagasan, dan mencari solusi bersama di tengah waktu yang terbatas.
Menurutnya, keberanian mencoba adalah value yang paling terasa selama menjalani perkuliahan di Universitas Pradita. Ia merasa dosen tidak hanya mengajarkan teori di kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengambil kesempatan dan tidak takut gagal sebelum mencoba.
“Saya belajar kalau kesempatan belum tentu datang dua kali. Yang penting berani mulai dulu dan lakukan yang terbaik,” tambahnya.
Pengalaman mengikuti hackathon ini juga membuat Gabriel semakin percaya bahwa mahasiswa perlu aktif mengembangkan diri di luar kelas melalui kompetisi, organisasi, maupun proyek praktik nyata. Baginya, pengalaman seperti ini memberikan pembelajaran yang tidak selalu bisa didapat hanya dari teori perkuliahan.
Dengan gaya santainya, Gabriel membagikan pesan sederhana namun relatable untuk mahasiswa lain yang masih ragu mencoba hal baru. “Kalau kata slogan yang sering kita dengar, mulai aja dulu,” katanya sambil tertawa.
Di balik proses tersebut, dukungan orang tua, teman, dan lingkungan sekitar menjadi sumber semangat terbesar bagi Gabriel untuk terus berkembang dan percaya pada kemampuannya sendiri. Pengalaman Gabriel menjadi gambaran bagaimana mahasiswa Universitas Pradita didorong untuk berani bereksplorasi, membangun pengalaman nyata, dan berkembang melalui proses pembelajaran yang dekat dengan tantangan dunia profesional.