Real Case Real Experience: Mahasiswa DKV Berdiskusi dengan Pionir Desain Digital April Greiman

by pradita | Jun 8,2026 | publication

Bagaimana seorang desainer tetap relevan di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam acara The Future Was Now – A Live Q&A with April Greiman yang diselenggarakan oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pradita pada 3 Juni 2026 secara daring melalui Zoom, menghubungkan peserta di Indonesia dengan narasumber di Los Angeles, Amerika Serikat.


Kegiatan ini menghadirkan narasumber April Greiman, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan desain grafis digital dunia. Dikenal sebagai pelopor yang menggabungkan teknologi digital ke dalam praktik desain sejak era 1980-an, April Greiman telah menjadi referensi bagi banyak desainer dalam memahami hubungan antara kreativitas, teknologi, dan masa depan industri desain.


Sebanyak 90 mahasiswa DKV Universitas Pradita bersama peserta daring lainnya mengikuti sesi diskusi yang dipandu oleh Irwan Harnoko dan Yudi Amboro. Selama satu jam, mahasiswa mendapatkan kesempatan langka untuk berdialog langsung dengan sosok yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan desain modern.


Tidak sekadar mendengarkan paparan materi, mahasiswa secara aktif mengajukan pertanyaan mengenai tantangan profesi desain saat ini, perkembangan teknologi kreatif, proses berpikir dalam menghasilkan karya, hingga pengalaman nyata yang dihadapi April Greiman selama menjalani karier profesionalnya.


Inilah yang menjadikan kegiatan tersebut sebagai implementasi nyata konsep Real Case Real Experience yang diterapkan di Universitas Pradita. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori dan sejarah desain di ruang kelas, tetapi juga memperoleh perspektif langsung dari praktisi global yang telah menghadapi berbagai perubahan industri selama puluhan tahun.


Melalui diskusi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa profesi desainer tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan penguasaan perangkat lunak. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, integritas, tanggung jawab profesional, kemampuan berpikir kritis, dan kesungguhan dalam berkarya menjadi faktor yang membedakan seorang desainer dengan sekadar pengguna teknologi.


Irwan Harnoko menjelaskan bahwa menghadirkan figur seperti April Greiman merupakan bagian dari upaya Program Studi DKV Universitas Pradita untuk memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan realitas industri kreatif global.


“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana membuat desain yang baik, tetapi juga memahami bagaimana seorang profesional membangun cara berpikir, menjaga integritas, dan beradaptasi terhadap perubahan industri. Melalui interaksi langsung dengan April Greiman, mahasiswa mendapatkan perspektif yang tidak bisa diperoleh hanya dari buku atau materi perkuliahan,” ujar Irwan.


Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini membuat keterampilan teknis semakin mudah dipelajari. Namun, karakter dan profesionalisme tetap menjadi faktor utama dalam membangun karier yang berkelanjutan.


“Teknologi akan terus berubah, tren desain akan terus berganti. Tetapi integritas, rasa tanggung jawab terhadap karya, dan kesungguhan dalam menjalankan profesi adalah nilai yang akan selalu relevan bagi seorang desainer,” tambahnya.


Pesan tersebut menjadi salah satu insight utama yang dibagikan kepada mahasiswa selama sesi berlangsung. Bahwa desain bukan sekadar menghasilkan visual yang menarik, melainkan juga tentang bagaimana seorang desainer bertanggung jawab terhadap pesan, dampak, dan nilai yang disampaikan melalui setiap karya yang dibuat.


Melalui kegiatan ini, Program Studi DKV Universitas Pradita kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan mahasiswa dengan praktik industri secara nyata. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan desain, tetapi juga membangun pola pikir profesional, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan industri kreatif di masa depan.


Sejalan dengan semangat Real Case Real Experience, mahasiswa didorong untuk belajar langsung dari para praktisi terbaik di bidangnya, sehingga mampu memahami bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam konteks profesional yang sesungguhnya.