Perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak lagi hanya menjadi topik teknologi, tetapi mulai masuk ke berbagai proses kerja di dunia industri. Melihat kebutuhan tersebut, Program Magister Teknologi Informasi (S2 MTI) Universitas Pradita berkolaborasi dengan PT Roket Jaya Abadi (RJA) melalui Workshop dan Pelatihan AI untuk Kontraktor: “Meningkatkan Efisiensi & Produktivitas” pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring ini menghadirkan Alfa Yohannis, Ph.D., dosen Program Magister Teknologi Informasi Universitas Pradita, sebagai narasumber. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Magister Teknologi Informasi bersama mitra industri.
Sebanyak 52 peserta terdaftar dalam kegiatan ini, dengan jumlah partisipan daring mencapai 64 akun. Peserta tidak hanya berasal dari lingkungan akademik, tetapi juga melibatkan 37 karyawan PT Roket Jaya Abadi dari berbagai fungsi, mulai dari Board of Director, project management, engineering, cost control, purchasing, finance, HRD, hingga IT. Mahasiswa S2 Teknologi Informasi, dosen, dan tenaga kependidikan Universitas Pradita turut mengikuti kegiatan untuk melihat secara langsung penerapan AI dalam proses bisnis industri.
Belajar AI dari Masalah yang Benar-Benar Dihadapi Industri
Berbeda dari pembelajaran AI yang hanya berfokus pada pengenalan teknologi, workshop ini menggunakan kasus dan artefak pekerjaan nyata industri konstruksi sebagai bahan pembelajaran. Peserta berlatih menggunakan dokumen seperti RKS, Daftar Kuantitas dan Harga, submittal, notulen rapat mingguan, surat masuk dari Manajemen Konstruksi, hingga catatan harian proyek.
Pendekatan tersebut memperlihatkan penerapan Real Case Real Experience dalam pembelajaran S2 Pradita. Mahasiswa dan peserta tidak hanya memahami bagaimana AI bekerja secara teori, tetapi melihat bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan pekerjaan yang konkret.
Dalam sesi pelatihan, peserta mempelajari empat tahapan utama, mulai dari AI mindset, keamanan data dan etika penggunaan AI, formula prompting dan live demo, hingga praktik menggunakan studi kasus pekerjaan proyek seperti laporan progres, surat resmi, dan RKS. Kegiatan ditutup dengan diskusi serta penyusunan rekomendasi langkah adopsi AI di lingkungan perusahaan.
Salah satu hal penting yang ditekankan adalah bahwa pemanfaatan AI harus berjalan berdampingan dengan kemampuan manusia untuk melakukan verifikasi dan mengambil keputusan. AI dapat membantu menyusun draf, mengekstrak informasi, meninjau dokumen, maupun membuat script, tetapi keputusan profesional tetap berada di tangan tenaga ahli.
Prinsip tersebut menjadi penting karena peserta juga dibekali pemahaman mengenai keamanan data. Dokumen sensitif seperti RAB, HPP/HPS, kontrak, dan data pribadi tidak dapat dimasukkan begitu saja ke layanan AI publik. Peserta diperkenalkan pada prinsip data privacy guardrails dan teknik penyamaran data sebelum menggunakan AI dalam pekerjaan.
Dari Kelas S2 ke Dunia Industri
Bagi mahasiswa S2 Teknologi Informasi Pradita, pengalaman seperti ini memberikan ruang untuk melihat langsung bagaimana teknologi diterapkan dalam organisasi. Mereka dapat mengamati proses bisnis nyata industri konstruksi, mulai dari tender, cost control, dokumentasi proyek, hingga kebutuhan transformasi digital perusahaan.
Pengalaman tersebut juga dapat menjadi bahan untuk pengembangan studi dan penelitian, sekaligus memperkuat kemampuan mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi dirancang dan diadopsi sesuai kebutuhan organisasi.
Pendekatan ini menjadi bagian dari industry-based learning yang dikembangkan dalam program S2 Pradita. Materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan aktual mitra industri, sementara interaksi antara dosen, mahasiswa, dan profesional membuka peluang networking, riset terapan, serta pengembangan kerja sama lanjutan.
Menariknya, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa AI tidak diposisikan sebagai teknologi yang hanya relevan bagi tim IT. Peserta dari berbagai divisi PT Roket Jaya Abadi belajar bersama untuk memahami bagian pekerjaan yang dapat dibantu AI, bagian yang membutuhkan pemeriksaan manusia, serta batasan pekerjaan yang tetap harus dilakukan oleh tenaga profesional.
Belajar Teknologi, Memahami Kebutuhan Industri
Melalui kegiatan ini, S2 Pradita menunjukkan bahwa pembelajaran di jenjang magister dapat berjalan lebih dekat dengan kebutuhan dunia profesional. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami perkembangan teknologi, tetapi juga belajar melihat persoalan dari perspektif organisasi, memahami risiko, dan merancang solusi yang dapat diterapkan secara bertanggung jawab.
Bagi para profesional yang ingin melanjutkan pendidikan, pengalaman seperti ini menjadi gambaran bagaimana pembelajaran S2 dapat menjadi ruang untuk mempertemukan teori, pengalaman kerja, teknologi, dan kebutuhan industri.
Dengan semangat Real Case Real Experience, pembelajaran di S2 Pradita diarahkan untuk menghasilkan pengalaman yang relevan dengan tantangan profesional hari ini—karena teknologi akan terus berkembang, tetapi kemampuan memahami masalah nyata dan mengambil keputusan yang tepat tetap menjadi kompetensi yang dibutuhkan.