Mahasiswa Program Studi Interior Design Universitas Pradita kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Youth Interior Design Award (Y.ID Award) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII). Dalam kompetisi yang berlangsung di NICE PIK 2 pada 7 Juni 2026 tersebut, tiga mahasiswa Pradita berhasil meraih penghargaan pada kategori yang berbeda.
Prestasi tersebut diraih oleh Chyanda Ravaella Johannes yang meraih Juara 1 Best Design melalui karya bertema “Smart and Sustainable Interior”, Heavenna Clea Winarto yang meraih Juara 2 kategori Inspiring Design A, serta Audrey Abigail yang meraih Juara 1 Best Design Kategori B melalui karya Tugas Akhir Merencana Interior.
Keberhasilan ketiga mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa proses belajar desain tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, presentasi, dan penyelesaian masalah secara profesional.
Bagi Heavenna, salah satu pelajaran terbesar yang diperoleh selama mengikuti kompetisi adalah pentingnya konsistensi dan ketekunan dalam menjalani proses.
“Di balik hasil yang diraih, ada banyak proses yang harus dilalui. Mulai dari riset, mengembangkan konsep desain, menerima berbagai masukan, hingga melakukan revisi berulang kali untuk mendapatkan hasil terbaik,” ujarnya.
Menurut Heavenna, pengalaman mengerjakan proyek-proyek yang relevan dengan dunia profesional selama kuliah menjadi bekal penting dalam mengikuti kompetisi. Ia merasa konsep Real Case Real Experience yang diterapkan di Universitas Pradita membantunya lebih siap dalam mengembangkan ide, menyusun konsep desain, hingga mempresentasikan hasil dengan percaya diri.
Sementara itu, Chyanda menghadapi tantangan yang berbeda. Seluruh proses kompetisi berlangsung di tengah periode Ujian Akhir Semester yang membuatnya harus membagi fokus antara akademik dan persiapan lomba.
“Awalnya saya merasa cukup kewalahan karena tingkat kepadatan aktivitas yang dihadapi. Namun akhirnya saya belajar untuk menjalani semuanya satu per satu dan percaya bahwa selalu ada jalan untuk menyelesaikannya,” ungkapnya.
Menurut Chyanda, kemampuan presentasi dan public speaking menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam kompetisi. Selain kualitas desain, kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan meyakinkan juga menjadi bagian penting dalam proses penilaian.
Pengalaman serupa juga dirasakan Audrey Abigail melalui The Living Post, sebuah proyek yang berangkat dari gagasan menghidupkan kembali bangunan heritage Pos Bloc Jakarta melalui pendekatan smart dan sustainable design.
“Saya belajar bahwa sebuah desain tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga memiliki konsep yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kompetisi ini mengajarkan saya untuk percaya diri menyampaikan ide, termasuk saat mempresentasikan karya dalam bahasa Inggris di hadapan para juri,” jelas Audrey.
Baginya, kompetisi ini bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar, membangun relasi, dan memperluas wawasan mengenai desain yang inovatif dan berkelanjutan.
Meski memiliki pengalaman yang berbeda, ketiga mahasiswa tersebut memiliki pesan yang sama bagi mahasiswa lainnya: jangan takut untuk mencoba.
Menurut mereka, banyak kesempatan berharga justru datang ketika seseorang berani keluar dari zona nyaman, mengambil tantangan baru, dan terus belajar dari setiap proses yang dijalani.
Prestasi yang diraih Heavenna, Chyanda, dan Audrey juga menunjukkan bagaimana mahasiswa Interior Design Universitas Pradita dibekali tidak hanya dengan kemampuan teknis desain, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan di dunia profesional seperti komunikasi, presentasi, kolaborasi, manajemen waktu, dan problem solving.
Sejalan dengan semangat Real Case Real Experience, mahasiswa didorong untuk terlibat dalam berbagai proyek, kompetisi, dan pengalaman praktik yang memungkinkan mereka menerapkan ilmu secara langsung. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya yang kompetitif, tetapi juga membangun kesiapan untuk menghadapi tantangan industri kreatif yang sesungguhnya.