Pembelajaran di Pradita University tidak hanya berlangsung melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata dari para praktisi industri. Komitmen inilah yang kembali ditegaskan melalui program Praktisi Mengajar (PIJAR Pradita) dengan memberikan penghargaan Best Practitioner Batch 7, sebagai bentuk apresiasi kepada para profesional yang telah berkontribusi dalam proses pembelajaran mahasiswa melalui pendekatan real case dan real experience.
Penghargaan ini diberikan kepada para praktisi yang secara aktif mengajar dan berbagi pengalaman profesional kepada mahasiswa, sehingga mereka dapat memahami bagaimana konsep yang dipelajari di kampus diterapkan langsung dalam dunia kerja. Melalui kolaborasi ini, Pradita University menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, relevan, dan selaras dengan kebutuhan industri.
Pada kesempatan ini, penghargaan Best Practitioner diberikan kepada Arief Budiman, General Manager PT Summerville Property Management; Medy Suteja, Associate Director of Engineering & Operations PT Summarecon Agung Tbk; serta Agus Purnawan, Head of Operation & Engineering Summarecon Mall Serpong. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Rektor Pradita University, Prof. Richardus Eko Indrajit, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.
Bagi Arief Budiman, pengalaman mengajar di Pradita selama tiga tahun menjadi kesempatan yang sangat berkesan. Ia melihat secara langsung bagaimana mahasiswa—khususnya generasi Z—memiliki karakter dan cara berkomunikasi yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya untuk dapat menyampaikan pengalaman dan pengetahuan dari dunia industri dengan cara yang lebih relevan dan mudah dipahami oleh mahasiswa.
Dalam proses mengajar mata kuliah Studio Pengelolaan Properti dan Real Estate di Prodi PWK, Arief juga menekankan pentingnya nilai komitmen kepada mahasiswa. Menurutnya, ketika seseorang memasuki dunia kerja, kemampuan teknis saja tidak cukup. Komitmen terhadap pekerjaan, tanggung jawab terhadap hasil kerja, serta kemampuan memenuhi ekspektasi klien menjadi hal yang sangat penting dalam dunia profesional.
Pengalaman berbagi praktik nyata juga disampaikan oleh Medy Suteja yang mengajar di Program Studi Arsitektur Pradita University. Dengan latar belakang di bidang engineering dan pengalaman dalam berbagai proyek pembangunan seperti mall, gedung perkantoran, hingga apartemen, Medy menghadirkan perspektif baru bagi mahasiswa tentang bagaimana sistem teknik dapat memberikan nilai tambah dalam desain arsitektur.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktik di lapangan, elemen seperti eskalator, elevator, hingga sistem pencahayaan tidak hanya dipahami sebagai komponen teknis. Elemen-elemen tersebut juga berperan dalam menciptakan pengalaman ruang, mengatur alur pergerakan pengunjung, bahkan mempengaruhi perilaku pengguna bangunan. Perspektif ini memberikan pemahaman yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai bagaimana keputusan desain dapat memberikan dampak nyata dalam sebuah proyek.
Sementara itu, Agus Purnawan yang mengajar mata kuliah Manajemen Pengelolaan Mall membagikan pengalaman menarik selama dua semester mengajar di Pradita University. Ia melihat bahwa mahasiswa sedang berada dalam fase penting untuk menemukan jati diri dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Pada awal perkuliahan, Agus menyadari bahwa tidak semua mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap dunia mall. Bahkan beberapa mahasiswa mengaku tidak terlalu familiar dengan operasional sebuah pusat perbelanjaan. Hal ini menjadi tantangan awal baginya untuk membangun ketertarikan mahasiswa terhadap materi yang diajarkan.
Melalui pendekatan pembelajaran yang lebih praktis, Agus kemudian memberikan berbagai tugas eksploratif yang mendorong mahasiswa untuk memahami langsung dinamika operasional mall. Mahasiswa diminta melakukan pengamatan, mempresentasikan hasil temuan mereka, serta memberikan feedback kepada sesama mahasiswa. Proses ini menciptakan diskusi yang aktif di kelas, di mana mahasiswa saling berdialog, bertukar pandangan, dan belajar dari perspektif yang berbeda.
Menurut Agus, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran akan jauh lebih efektif ketika teori dan praktik berjalan beriringan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk lebih berani menghadapi dunia nyata, karena dunia kerja menuntut kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara langsung.
Rektor Pradita University, Prof. Richardus Eko Indrajit, menegaskan bahwa keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan di Pradita. Menurutnya, banyak nilai dan pengalaman yang tidak selalu dapat ditemukan dalam buku teks, tetapi justru menjadi faktor penting dalam praktik di lapangan.
Melalui kehadiran praktisi di ruang kelas, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman akademik, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis yang memperkaya cara berpikir mereka dalam menghadapi tantangan dunia profesional.
Program Praktisi Mengajar (PIJAR Pradita) dan Summarecon Mengajar (SUAR) menjadi salah satu bentuk komitmen Pradita University dalam membangun jembatan antara dunia akademik dan industri. Dengan menghadirkan pengalaman nyata dari para profesional, mahasiswa diharapkan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika dunia kerja.
Melalui pendekatan pembelajaran yang menggabungkan real case dan real experience, Pradita University terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada masa depan—mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional yang siap menghadapi tantangan global.
Tentang Pradita University
Pradita University hadir sebagai wujud kontribusi Summarecon dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Universitas ini menawarkan pendekatan pendidikan yang unik dengan mengintegrasikan pengalaman industri Summarecon ke dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan fasilitas Living Laboratory, di mana berbagai proyek dan pengembangan kawasan Summarecon menjadi sumber pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Selain itu, program SAR (Summarecon Associate) dan PIJAR (Praktisi Mengajar) turut memperkaya proses pembelajaran dengan menghadirkan para praktisi industri sebagai dosen. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga wawasan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Didirikan pada tahun 2018 sebagai Pradita Institute, institusi ini terus berkembang hingga bertransformasi menjadi Pradita University pada tahun 2020. Saat ini, Pradita University menyelenggarakan berbagai program pendidikan mulai dari program Diploma (D3), Sarjana (S1), hingga Magister (S2).
Dengan mengusung konsep Enterprise University, Pradita University memadukan kurikulum akademik dengan praktik terbaik dari dunia industri. Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta memiliki daya saing tinggi di dunia profesional.
Hingga saat ini, lebih dari 1.000 alumni dari delapan angkatan telah berkarier di berbagai perusahaan nasional maupun internasional, termasuk di lingkungan Summarecon Group.
Tangerang, 10 Maret 2026
Diterbitkan oleh:
Marketing Communication – Pradita University
PT Bhakti Karya Bangsa
Website: www.pradita.ac.id
Email: marketing@pradita.ac.id
Telp: 021 5568 9999
WhatsApp: 0815 1300 9999