Perjalanan Karier Matthew, Alumni Hospitality & Tourism Pradita

by pradita | Aug 15,2026 | publication

Bagi Matthew Arifin, dunia hospitality bukan hanya tentang bekerja di hotel. Di balik industri yang terlihat penuh pelayanan dan keramahan, ada tuntutan untuk mampu beradaptasi, membangun relasi, bekerja profesional, dan berani mengambil setiap kesempatan yang datang.


Alumni Program Studi Hospitality & Tourism Universitas Pradita angkatan 2020 yang lulus pada 2024 ini kini menjalani karier sebagai Sales Executive Corporate di Marqen Hotels Jakarta Barat.


Perjalanannya menuju dunia profesional dimulai sejak masa kuliah, ketika Matthew tidak hanya belajar mengenai hospitality di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui event kampus, organisasi, hingga praktik langsung di industri hotel.


Dari Ingin Berkarier di Hospitality hingga Memilih Pradita

Ketertarikan Matthew terhadap dunia perhotelan sudah muncul sejak sebelum memasuki bangku kuliah.


Saat itu, ia mencari kampus yang sesuai dengan minatnya di bidang hospitality sekaligus berada di kawasan Gading Serpong. Pradita menjadi salah satu pilihan yang menarik karena menawarkan fasilitas pembelajaran yang mendukung, termasuk fasilitas di The Spring Club.


“Pradita menawarkan fasilitas yang lengkap di The Spring Club, potongan harga yang cukup besar, dan fasilitas kampus yang memadai,” ujar Matthew.


Keputusan tersebut kemudian membawanya menjalani pengalaman kuliah yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas.


Menjadi Bagian dari Generasi Pertama Melodita

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Matthew adalah ketika terlibat dalam Melodita, salah satu event yang menjadi bagian dari perjalanan awal Pradita University.


Sebagai mahasiswa Pariwisata angkatan 2020, Matthew menjadi bagian dari generasi yang ikut menjadi pelopor penyelenggaraan Melodita.


Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah kegiatan dirancang dan dijalankan secara langsung. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar konsep event, tetapi juga menghadapi dinamika nyata dalam bekerja bersama tim dan menjalankan sebuah kegiatan.


Pengalaman seperti inilah yang membuat proses pembelajaran di kampus menjadi lebih dekat dengan dunia hospitality yang sebenarnya.


Dari Kampus Langsung Merasakan Industri Hotel Bintang Lima

Pengalaman Real Case, Real Experience Matthew semakin terasa ketika ia menjalani magang di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan.


Bagi Matthew, magang bukan sekadar bagian dari kewajiban akademik, tetapi kesempatan untuk menguji ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam lingkungan kerja profesional.


Setelah menyelesaikan studi, ia bahkan langsung melanjutkan perjalanan kariernya di hotel tersebut. Matthew memulai sebagai daily worker, kemudian berkembang menjadi associate selama sekitar 1,6 tahun.


Pengalaman tersebut menjadi jembatan antara kehidupan kampus dan dunia profesional.


Ia membawa berbagai pembelajaran dari masa kuliah, mulai dari basic hotel dan manajemen hotel hingga satu kemampuan yang menurutnya sangat penting dalam hospitality: tahan banting.


Ketika Target Penjualan Tidak Selalu Mudah Dicapai

Kini Matthew memasuki bidang yang berbeda dalam industri hospitality. Sebagai Sales Executive Corporate di Marqen Hotels Jakarta Barat, salah satu tantangan yang ia hadapi adalah ketika tidak memiliki cukup funnel atau calon event yang berpotensi masuk.


Tanpa funnel yang kuat, peluang untuk mencapai target juga menjadi lebih kecil.


Namun, kondisi tersebut justru menuntutnya untuk lebih aktif mencari peluang. Matthew melakukan telemarketing dan sales call untuk menjangkau perusahaan baru maupun klien lama yang berpotensi mengadakan event.


Pengalaman ini menunjukkan bahwa bekerja di industri hospitality membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan mengenai hotel. Kemampuan komunikasi, ketekunan, adaptasi, dan keberanian untuk terus mencari solusi menjadi bagian dari keseharian di dunia profesional.


“It’s Not My Job” Bukan Mindset di Dunia Hospitality

Salah satu pesan yang paling melekat bagi Matthew berasal dari dosen pembimbingnya, Pak Budi.


Menurutnya, ada satu prinsip yang terus terbukti relevan ketika memasuki dunia kerja:

“Tidak ada yang namanya ‘it’s not my job’ di dunia hospitality.”


Bagi Matthew, kalimat tersebut bukan sekadar nasihat di ruang kelas. Ketika sudah berada di industri, ia melihat sendiri bagaimana hospitality menuntut seseorang untuk memiliki inisiatif, membantu menyelesaikan persoalan, dan tidak mudah melepaskan tanggung jawab hanya karena sesuatu berada di luar tugas utama.


Pengalaman tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran di Pradita tidak hanya membangun kemampuan teknis, tetapi juga membentuk mindset profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.


Bukan Gengsi, tetapi Kesempatan untuk Berkembang

Dalam membangun karier, Matthew memiliki prinsip sederhana:


Jangan terlalu mementingkan gengsi.


Menurutnya, selama pekerjaan dilakukan secara profesional dan dengan cara yang baik, tidak ada alasan untuk berhenti belajar atau menolak kesempatan hanya karena pekerjaan tersebut bukan sesuatu yang terlihat “wah”.


“Selama kerjaan itu dilakukan secara profesional, hajar terus pantang mundur,” ungkapnya.


Prinsip tersebut juga menjadi pesan yang ia bagikan kepada mahasiswa Pradita.


Menurut Matthew, mahasiswa perlu berani mengambil berbagai kesempatan yang tersedia, baik di industri hotel maupun di luar hotel. Usia muda justru menjadi waktu yang tepat untuk mencoba, belajar, dan memperluas pengalaman.


“Jangan beranggapan ‘gw masih muda, happy-happy aja dulu’. Justru karena masih muda, masih punya tenaga dan bisa menyerap ilmu lebih banyak, gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya,” pesannya.


Dari “One Day” Menjadi “Day One”

Perjalanan Matthew memperlihatkan bahwa karier tidak selalu dimulai dengan posisi yang langsung tinggi. Ada proses yang harus dilewati—mulai dari kegiatan kampus, organisasi, magang, menjadi daily worker, berkembang di industri, hingga menemukan bidang baru dalam dunia hospitality.


Ia memiliki dua kutipan yang menjadi pengingat dalam perjalanan profesionalnya.


Yang pertama berasal dari The Ritz-Carlton:

“We are Ladies & Gentlemen serving Ladies & Gentlemen.”


Sementara yang kedua datang dari Dwayne Johnson:

“One Day or Day One?”


Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan masa depan, pertanyaan tersebut menjadi pengingat sederhana: apakah rencana hanya akan menjadi sesuatu yang dilakukan “suatu hari nanti”, atau dimulai menjadi langkah nyata sejak hari ini?


Perjalanan Matthew menjadi salah satu gambaran bagaimana pengalaman selama kuliah dapat menjadi bekal untuk memasuki industri. Dari menjadi bagian dari generasi awal Melodita, merasakan praktik langsung di hotel bintang lima, hingga membangun karier di bidang corporate sales, setiap tahap memberikan pengalaman yang berbeda.


Karena bagi seorang calon profesional hospitality, pengalaman tidak hanya didapat dari apa yang dipelajari di kelas, tetapi juga dari keberanian untuk mengambil kesempatan, turun langsung, dan belajar dari dunia nyata.