Tidak semua perjalanan karier dimulai dari posisi besar. Bagi Muhammad Masyhur, S.Par, alumni Hospitality & Tourism Pradita University angkatan 2018 yang lulus pada 2022, perjalanan di industri hospitality justru dimulai dari pekerjaan yang sederhana: memoles piring, gelas, hingga cutleries.
Dari posisi tersebut, Masyhur perlahan membangun pengalaman. Ia dipercaya menjadi floor attendant atau waiter, kemudian berkembang menjadi head section waiter. Perjalanan itu membawanya mengenal dunia bar, hingga akhirnya menekuni karier sebagai barista di berbagai coffee shop, termasuk Filosofi Kopi, sebelum dipercaya menjadi Head Bar di I Chill Out Coffee.
Kini, pengalaman tersebut membawanya ke level yang berbeda. Masyhur menjabat sebagai Direction Board di Wolfkind Smoke and Grill, Cilegon, dengan fokus pada pengelolaan operasional outlet, khususnya minuman dan dessert, sekaligus menangani berbagai persoalan yang muncul dalam operasional restoran.
Memilih Pradita untuk Belajar Hospitality Secara Lebih Dekat
Ketertarikan Masyhur pada dunia hospitality sudah membawanya mencari lingkungan pendidikan yang dapat menjadi bekal untuk terjun ke industri.
Ia memilih Pradita University karena melihat Pradita sebagai universitas yang memiliki dukungan dari dunia industri, termasuk berada di bawah naungan Summarecon Agung Tbk.
Selama berkuliah di program Hospitality & Tourism, pengalaman belajar tidak berhenti pada materi di kelas. Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Masyhur adalah kegiatan pembelajaran dan praktik di laboratorium hospitality.
Baginya, pengalaman praktik tersebut menjadi bagian penting dalam memahami dasar-dasar industri yang nantinya akan dihadapi secara langsung.
“Saya belajar tentang basic ilmu pariwisata dan hospitality sebagai bekal terjun di industri, pola pikir terbuka luas, dan kesempatan kerja yang banyak.”
Pembelajaran tersebut kemudian semakin diperkuat melalui pengalaman magang di InterContinental Jakarta Pondok Indah, salah satu hotel bintang lima. Bagi Masyhur, pengalaman magang menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari selama kuliah diterapkan dalam lingkungan kerja profesional.
Memulai dari Bawah, Bertumbuh Lewat Pengalaman
Setelah memasuki dunia kerja, Masyhur tidak langsung berada di posisi yang tinggi. Ia memulai karier dari bottom level sebagai daily worker di sebuah hotel.
Tugasnya saat itu sederhana, mulai dari memoles piring, gelas, hingga cutleries. Namun, dari pekerjaan tersebut ia mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Ia kemudian dipercaya menjadi waiter, naik menjadi head section waiter, serta mulai mempelajari pekerjaan di area bar. Pengalaman tersebut membuka jalan bagi Masyhur untuk melanjutkan karier sebagai barista.
Perjalanannya pun tidak berhenti di satu tempat. Ia mendapatkan pengalaman di berbagai coffee shop, termasuk Filosofi Kopi, hingga akhirnya dipercaya menjadi Head Bar di I Chill Out Coffee.
Rangkaian pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa karier di industri hospitality dibangun melalui proses yang panjang. Setiap posisi memberikan pengalaman baru, sekaligus menjadi bekal untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Real Case, Real Experience: Belajar dari Tantangan di Industri
Bagi Masyhur, salah satu tantangan terbesar ketika memasuki dunia kerja adalah menghadapi keterbatasan pengalaman dan pengetahuan di bidang yang ditekuni.
Dunia kerja memiliki tantangan yang berbeda dari lingkungan perkuliahan. Ketika memasuki industri bar, coffee shop, maupun restoran, seseorang dituntut untuk mampu menerapkan pengetahuan sekaligus terus belajar menghadapi situasi nyata.
Menurutnya, pengalaman inilah yang membuat proses kuliah dan magang menjadi penting.
“Tantangan menjadi besar karena kemampuan kita sebagai individu yang masih kurang dalam pengalaman dan ilmu. Itulah kenapa kuliah dan magang sangat penting.”
Semangat untuk terus belajar dari pengalaman menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Dari pekerjaan operasional hingga posisi yang kini dijalani, Masyhur terus memperluas pemahaman tentang bagaimana sebuah bisnis hospitality dijalankan.
Saat ini, ia tidak hanya berfokus pada pekerjaan teknis, tetapi juga terlibat dalam operasional outlet dan problem solving di Wolfkind Smoke and Grill.
Dari Kampus ke Industri, Bekal yang Terus Dibawa
Pengalaman Masyhur menunjukkan bahwa pembelajaran di bidang hospitality tidak hanya tentang memahami teori pariwisata dan perhotelan.
Praktik, pengalaman magang, serta kesempatan untuk mengenal dunia industri menjadi bagian dari proses membangun kesiapan mahasiswa sebelum benar-benar memasuki dunia kerja.
Hal tersebut sejalan dengan semangat Real Case, Real Experience yang menjadi bagian dari pengalaman belajar di Pradita University: mahasiswa tidak hanya memahami pengetahuan secara akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi situasi nyata di industri.
Bagi Masyhur, bekal tersebut juga membentuk cara pandang yang lebih terbuka terhadap berbagai peluang karier.
Perjalanan dari daily worker hingga menjadi Direction Board memperlihatkan bahwa dunia hospitality memiliki banyak jalur untuk berkembang. Pengalaman di hotel, restoran, bar, maupun coffee shop dapat menjadi bagian dari perjalanan karier yang saling melengkapi.
Setiap Langkah Bisa Jadi Bekal untuk Langkah Berikutnya
Perjalanan Masyhur menjadi gambaran bahwa kesuksesan di industri hospitality tidak selalu datang dalam satu lompatan besar. Ada proses, pekerjaan pertama, tantangan, kesalahan, hingga kesempatan yang perlahan membentuk seseorang menjadi profesional.
Bagi mahasiswa yang ingin berkarier di dunia hospitality, ia menekankan pentingnya memanfaatkan pengalaman selama kuliah dan magang sebagai bekal sebelum masuk ke industri.
Karena pada akhirnya, pengalaman nyata bukan hanya tentang apa yang berhasil dilakukan, tetapi juga tentang apa yang dipelajari dari setiap proses.
Dari laboratorium kampus, pengalaman magang di hotel bintang lima, hingga menghadapi langsung dinamika operasional restoran, perjalanan Masyhur memperlihatkan satu hal: karier dibangun selangkah demi selangkah.
Dan terkadang, langkah pertama yang sederhana justru menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih besar.