Bagaimana sebuah ide arsitektur bisa dikomunikasikan bukan hanya melalui gambar dan desain, tetapi juga lewat sebuah video? Eleonora Ngala, mahasiswa Architecture Pradita University, menjawab tantangan tersebut melalui kreativitas dan kemampuan storytelling hingga berhasil meraih Juara 2 Panasonic X IAI Banten Video Challenge.
Prestasi ini menjadi pengalaman nyata bagi Eleonora untuk mengubah ide arsitektur dan teknologi keberlanjutan menjadi cerita visual yang komunikatif. Ia tidak hanya dituntut memahami konsep arsitektur, tetapi juga menyelaraskan pesan desain dengan keunggulan produk dan solusi Panasonic.
Ketika Arsitektur Bertemu Storytelling
Bagi Eleonora, proses mengikuti kompetisi memberikan gambaran langsung mengenai tantangan komunikasi visual di dunia arsitektur.
Mulai dari menyusun skrip, menentukan konsep pengambilan gambar, memilih sudut pandang storytelling, hingga proses editing harus dilakukan dengan mempertimbangkan batas waktu dan deadline.
“Saya belajar bagaimana menyelaraskan pesan desain arsitektur dengan keunggulan produk atau solusi dari Panasonic. Proses pengambilan gambar, penyusunan skrip, hingga editing memberikan gambaran nyata tantangan komunikasi visual di industri arsitektur saat ini.”
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan seorang calon arsitek tidak berhenti pada merancang sebuah ruang. Kemampuan mengomunikasikan ide secara kreatif dan efektif juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Berani Mencoba, Berani Keluar dari Zona Nyaman
Salah satu nilai yang paling dirasakan Eleonora selama mengikuti kompetisi adalah Keberanian Mencoba.
Kompetisi video arsitektur mendorongnya untuk bereksperimen dengan teknik pengambilan gambar, sudut pandang narasi, hingga cara menyampaikan ide arsitektur agar dapat tampil berbeda di antara peserta lainnya.
Proses tersebut menjadi ruang untuk menguji kemampuan yang telah dipelajari sekaligus menemukan cara baru dalam menyampaikan sebuah konsep.
Real Case, Real Experience di Luar Kelas
Bagi Eleonora, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi pelengkap dari pembelajaran di perkuliahan.
“Teori di kelas memberikan fondasi pengetahuan, tetapi kegiatan luar perkuliahan seperti kompetisi dan praktik langsung adalah wadah untuk menguji serta mengasah kemampuan tersebut di dunia nyata.”
Pengalaman ini sejalan dengan semangat Real Case, Real Experience di Pradita University, ketika mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk membawa pengetahuan dari ruang kelas ke dalam tantangan nyata.
Dalam kompetisi ini, Eleonora mempraktikkan pemahaman konsep arsitektur, teknologi keberlanjutan, komunikasi visual, dan storytelling dalam satu karya yang harus mampu menyampaikan pesan kepada audiens.
Kampus sebagai Ruang untuk Bertumbuh
Eleonora juga menilai dukungan lingkungan kampus memiliki peran penting dalam proses pengembangan dirinya. Menurutnya, mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas, komunitas, serta kesempatan berdiskusi dengan dosen dan lingkungan kampus untuk mematangkan ide.
“Manfaatkan fasilitas dan komunitas kampus. Diskusi dan kolaborasi dengan lingkungan kampus adalah kunci untuk mematangkan ide.”
Prestasi Juara 2 ini menjadi bukti bahwa kesempatan belajar dapat hadir dalam berbagai bentuk. Tidak hanya melalui perkuliahan, tetapi juga melalui kompetisi dan pengalaman langsung yang mendorong mahasiswa untuk berani bereksperimen.
Dengan dukungan orang tua, dosen, dan teman-teman, Eleonora berhasil membawa pulang Juara 2 Panasonic X IAI Banten Video Challenge sekaligus pengalaman baru dalam menghubungkan arsitektur, teknologi, sustainability, dan storytelling.
Karena bagi calon arsitek masa kini, memiliki ide yang baik adalah langkah awal. Mampu mengolah dan mengomunikasikan ide tersebut di dunia nyata adalah pengalaman yang membuatnya semakin bernilai.