Bukan Sekadar Medali: Mahasiswa Pradita Buktikan Konsistensi Berbuah Prestasi di Karate Nasional

by pradita | Sep 17,2026 | publication

Menang bukan selalu tentang seberapa cepat seseorang mencapai garis akhir. Bagi Faridz Arya Pascal, mahasiswa Informatika Pradita University, kemenangan justru dimulai dari keberanian untuk tetap berproses ketika rasa malas dan tidak percaya diri datang.


Faridz berhasil meraih Juara 2 Kumite -60 Kg Senior Mahasiswa Putra dalam UDINUS National Karate Championship yang berlangsung di Semarang pada 23 Mei 2026. Prestasi ini menjadi pengalaman berharga yang mengajarkannya bahwa konsistensi dan keberanian mencoba merupakan bagian penting dari perjalanan seorang mahasiswa untuk berkembang.


Melawan Rasa Malas, Menjaga Konsistensi

Di balik medali yang diraih, Faridz menghadapi proses persiapan yang tidak selalu mudah. Ada kalanya ia merasa malas maupun kurang percaya diri saat menjalani latihan. Namun, ia memilih untuk tetap menjalani proses dan melawan rasa tersebut.


“Kemenangan bukan hanya tentang mendapatkan medali, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu melawan rasa malas, terus berproses, dan memberikan yang terbaik.”

 — Faridz Arya Pascal, Mahasiswa Informatika Pradita University


Pengalaman tersebut melatih Faridz untuk menjadi lebih disiplin, mengontrol rasa gugup, sekaligus membangun keberanian untuk menghadapi tantangan. Baginya, proses latihan bukan hanya mempersiapkan fisik untuk pertandingan, tetapi juga membentuk mental untuk tetap konsisten dalam kondisi apa pun.


Semangat Berani Mencoba dari Kampus ke Arena Kompetisi

Nilai Keberanian Mencoba menjadi salah satu hal yang paling dirasakan Faridz selama menjadi mahasiswa Pradita University. Menurutnya, berbagai project dalam perkuliahan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mencoba, mengembangkan ide, hingga tidak takut melakukan kesalahan.


Pengalaman tersebut kemudian terbawa ke luar kelas, termasuk ketika ia menghadapi kompetisi karate. Keberanian untuk mencoba dan mengambil tantangan menjadi bekal untuk terus berkembang, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai atlet.


Hal ini sejalan dengan semangat Real Case, Real Experience yang mendorong mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman nyata. Bagi Faridz, proses di luar perkuliahan juga menjadi kesempatan untuk memperoleh lebih banyak ilmu, relasi, dan pengalaman yang tidak hanya membangun kemampuan, tetapi juga karakter.


“Selama di Pradita University, saya selalu didorong untuk berani mencoba hal baru, terutama melalui berbagai project dalam perkuliahan.”


Tetap Konsisten, Bahkan Saat Sedang Down

Prestasi ini menjadi pengingat bagi Faridz bahwa proses pengembangan diri tidak selalu berjalan mulus. Ada rasa lelah, keraguan, bahkan keinginan untuk berhenti. Namun, konsistensi menjadi kunci untuk terus melangkah.


Ia pun membagikan pesan sederhana bagi mahasiswa Pradita yang sedang mengejar targetnya masing-masing:

“Jangan menyerah. Walaupun sedang down atau apa pun kondisinya, harus tetap konsisten dan lawan rasa malas. Saat ada kesulitan, pasti ada kemudahan.”


Bagi Faridz, keberhasilan di kompetisi bukan hanya tentang berdiri di podium. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi Real Case, Real Experience dalam belajar menghadapi tekanan, menjaga disiplin, dan membuktikan bahwa keberanian untuk terus mencoba dapat membawa seseorang lebih jauh dari yang ia bayangkan.


Prestasi ini juga tidak lepas dari dukungan keluarga, pelatih, dan teman-teman yang terus memberikan semangat selama proses persiapan hingga pertandingan.


Dari ruang kelas hingga arena kompetisi, Faridz membuktikan bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang belajar, tetapi juga tentang berani mencoba, konsisten menjalani proses, dan terus memberikan yang terbaik.