Konsistensi menjadi salah satu kunci dalam meraih prestasi. Hal tersebut dibuktikan oleh pasangan ganda putra Universitas Pradita, Win Sebastian Tjen dari Program Studi Manajemen dan Hizkia Hikaru dari Program Studi Teknik Sipil, yang sukses meraih posisi Runner Up dalam dua kejuaraan badminton antar kampus yang berlangsung pada Juni 2026.
Prestasi pertama diraih pada UMB Badminton Championship 2026 yang diselenggarakan di GOR Universitas Mercu Buana pada 10 Juni 2026. Tiga hari kemudian, pasangan yang sama kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih Runner Up pada FIP Cup VI 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Keberhasilan mempertahankan performa dalam dua turnamen berbeda menjadi bukti bahwa prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, tetapi juga konsistensi, komunikasi, dan mental bertanding.
Bagi Win Sebastian, pengalaman sebagai atlet di Akademi Djarum menjadi pondasi penting dalam membangun disiplin dan mental kompetitif. Namun, menurutnya, setiap pertandingan tetap menghadirkan tantangan yang berbeda.
"Pengalaman paling nyata yang saya rasakan adalah menjaga fokus dan konsistensi. Ketika sudah berada di lapangan, tugas kami adalah memberikan performa terbaik di setiap pertandingan," ujar Win.
Menghadapi lawan dari berbagai perguruan tinggi juga menjadi proses belajar yang berharga. Pada FIP Cup VI, pasangan ganda Pradita dituntut untuk terus membaca pola permainan lawan dan beradaptasi dengan cepat di setiap pertandingan.
"Atmosfer kompetisi antar kampus yang ketat justru menjadi motivasi tambahan untuk membuktikan kualitas kami saat membawa nama Universitas Pradita," tambahnya.
Sementara itu, Hizkia menilai bahwa keberhasilan mereka tidak lepas dari chemistry yang terbangun selama latihan maupun pertandingan.
"Sebagai pemain ganda, komunikasi dan saling percaya menjadi kunci utama. Kami harus bisa saling menutupi kekurangan, tetap tenang di bawah tekanan, dan mengambil keputusan dengan cepat di setiap poin," jelas Hizkia.
Menurutnya, menghadapi pemain yang lebih matang secara teknik dan pengalaman justru menjadi kesempatan untuk terus berkembang.
"Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Setiap pertandingan memberikan pelajaran baru yang membuat kami terus berkembang," katanya.
Bagi keduanya, mengikuti kompetisi olahraga selama masa kuliah memberikan pengalaman yang tidak diperoleh di ruang kelas. Selain meningkatkan kemampuan bermain, kompetisi juga melatih kepemimpinan, kerja sama tim, sportivitas, manajemen emosi, hingga kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.
Pengalaman tersebut sejalan dengan semangat Real Case Real Experience yang diterapkan di Universitas Pradita. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan akademik maupun non akademik sehingga memiliki bekal keterampilan yang relevan dengan dunia profesional.
Win dan Hizkia juga sepakat bahwa mahasiswa sebaiknya memanfaatkan masa kuliah untuk memperbanyak pengalaman.
"Jangan pernah takut mencoba. Gunakan waktu kuliah untuk memperbanyak jam terbang, baik melalui kompetisi, organisasi, maupun kegiatan lainnya. Setiap pengalaman akan membentuk kemampuan dan karakter kita," tutur mereka.
Prestasi yang diraih pasangan ganda putra ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas program studi, disiplin, dan semangat untuk terus belajar mampu menghasilkan pencapaian yang membanggakan sekaligus membawa nama baik Universitas Pradita di tingkat antar kampus.