Tak Gentar di Atas Ring, Mahasiswa Pradita Sabet Medali Perak di Boxing Championship 2026

by pradita | Jun 30,2026 | publication

Naik ring bukan hanya soal kekuatan fisik. Bagi Gibran Sastra Djati, mahasiswa Program Studi Civil Engineering Pradita University, keberanian untuk menghadapi rasa takut, konsistensi berlatih, dan kemauan untuk terus mencoba justru menjadi bekal utama hingga berhasil meraih Juara 2 atau medali perak dalam Main Boxing Championship 2026.


Kompetisi tersebut berlangsung pada 20 Juni 2026 di Nenggala Center, Meruya, Jakarta Barat. Pencapaian ini menjadi pengalaman berharga bagi Gibran, terlebih karena ia tetap memilih untuk maju dan memberikan kemampuan terbaik meski sebelumnya sempat mengalami kekalahan di cabang olahraga lain dan harus bertanding dalam kondisi kaki yang sedang cedera.


Berani Maju, Meski Pernah Kalah

Bagi Gibran, perjalanan menuju podium bukan sekadar tentang hasil akhir pertandingan. Pengalaman bertanding sebelumnya menjadi bagian dari proses yang membentuk mentalnya untuk kembali mencoba.

“Percaya pada diri sendiri, jangan mudah menyerah dan lawan rasa takut kita sendiri.”


Prinsip tersebut menjadi salah satu pegangan Gibran ketika menghadapi kompetisi. Keberanian untuk kembali bertanding setelah mengalami kekalahan membuatnya belajar bahwa kegagalan tidak harus menjadi alasan untuk berhenti.


Ia juga membawa pengalaman dari berbagai cabang olahraga bela diri yang pernah dipelajarinya. Bekal teknik dan pengalaman bertanding tersebut membantunya menghadapi situasi kompetitif dengan lebih siap.


Namun, pencapaian ini tidak datang tanpa tantangan. Gibran harus tetap memberikan performa terbaik meski sedang mengalami cedera pada kaki. Situasi tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman yang menguji mental, disiplin, dan kemampuannya untuk tetap fokus pada pertandingan.


Olahraga sebagai Ruang Bertumbuh di Luar Kelas

Bagi Gibran, aktivitas olahraga tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga cara untuk menjaga kebugaran sekaligus menjalankan hobi. Rutinitas berolahraga membantunya menjaga kesehatan tubuh dan menjadi salah satu cara untuk mengelola stres serta tekanan.


Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kehidupan mahasiswa tidak berhenti pada aktivitas akademik. Ruang untuk mengembangkan minat, berkompetisi, dan mengeksplorasi kemampuan diri menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter.


Di Pradita University, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan di luar perkuliahan, termasuk aktivitas olahraga dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Pengalaman seperti ini dapat menjadi wadah untuk melatih kedisiplinan, keberanian, kerja sama, sekaligus kemampuan menghadapi tantangan secara langsung.


Medali Perak Bukan Garis Akhir

Di balik medali perak yang diraih, Gibran melihat pencapaian ini sebagai pengingat untuk terus berkembang. Dukungan dari teman-teman terdekat juga menjadi bagian dari perjalanan yang ia jalani.


Pesannya kepada mahasiswa Pradita pun sederhana, tetapi kuat:

“Jangan mudah menyerah menghadapi semua tantangan yang ada di depan. Selagi masih muda, jangan pernah takut gagal, jangan pernah takut untuk berkembang.”


Menurutnya, setiap mahasiswa perlu berani mencoba sesuatu yang baru tanpa terlalu terpengaruh oleh penilaian orang lain. Sebab, proses berkembang membutuhkan keberanian untuk mengambil langkah dan menghadapi kemungkinan gagal.


Prestasi Gibran menjadi salah satu contoh bahwa pengalaman mahasiswa dapat hadir dari berbagai ruang. Dari ruang kelas hingga arena pertandingan, setiap proses dapat menjadi Real Case, Real Experience yang membentuk keberanian, ketangguhan, dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan berikutnya.


Bagi Pradita University, capaian ini juga menjadi bagian dari semangat untuk mendukung mahasiswa berkembang secara holistik—bukan hanya melalui kompetensi akademik, tetapi juga melalui passion, pengalaman, dan keberanian untuk mengejar prestasi di bidang yang mereka pilih.